Lo gak pernah tau, kehidupan lo saat lo dilahirkan, lo dibersarkan, sampe akhirnya lo dewasa. Lo cuma bisa berusaha membuat segalanya baik, dan bertambah baik selamanya. Dan klo semua nya berjalan baik dan bertambah baik dari sebelumnya, maka akan banyak teman yang datengin lo, mereka ikut tersenyum, bahkan tertawa seperti senyuman dan tawa lo. Gak peduli keadaan dirinya seperti apa, tapi mereka akan menjadi ‘kumbang’ yang beterbangan disekitar ‘kembang’. Mereka berebut utk menghisap madu lo, ikut merasakan kebaikan lo. Selain itu, mereka berebut untuk bisa terus dekat dengan lo, merasakan madu lo dengan melontarkan pujian dan kata-kata indah buat lo,… ya… cuma buat lo. Dan lo gak pernah menghitung, berapa banyak madu yang dah lo kasih untuk mereka, karena lo tulus sama mereka. Di masa itu mereka ‘teman’ lo.

Tapi gimana klo di antara masa itu berjalan tidak sesuai harapan lo? Kekurangan atau pun lo melakukan 1 kesalahan? Harapan lo, mereka yg dulu mendekat dan dekat sama lo, akan ada di dekat lo jg, mau jadi tempat berbagi, bisa jadi bahu lo klo lo butuh, ntah untuk menangis atau hanya sekedar melepaskan lelah. Tapi kenyataannya, ‘kumbang’ yang dulu beterbangan di sekitar lo pergi mencari kembang yang lain, yang masih punya madu untuk dinikmatinya. Mungkin hanya 1-2 ‘kumbang’ aja yang masih bertahan untuk lo. Bukan hanya mereka tak ingin jadi bahu kita, tapi mereka bahkan mencaci, memaki. Dan lo bukan lagi ‘teman’ untuk mereka. Lo cuma jadi orang yang pernah mereka kenal.

Lo pasti pernah bermimpi, hal buruk jg baik. Tapi lo pastinya ingin mimpi lo selalu indah, supaya tidur lo nyenyak dan lo bangun dengan perasaan senang. Klo sampe mimpi lo buruk, lo pasti berkata dalam hati,… ‘ini cuma mimpi, ini gak nyata, dan mimpi hanya mimpi tidak arti apa-apa kecuali bunga tidur’ sebagai penghibur hati lo. Tapi saat ini, yang lo harap cuma mimpi, ternyata itu terjadi. Apa yg lo rasain?

Begitulah ‘teman’, yang menghisap sari madu ku saat ku ada dan berada,… Mereka menjauh, membenci, mencaci juga memaki ku saat ku ‘jatuh’. Tak ada uluran tangan, seperti saat ku dulu ada dan berada.

Mencari TEMAN SEJATI tidak lah mudah. Teman yang ada bersama kita saat kita ada maupun dalam ketiadaan.

Myl, Mba Ernayu, Mba Ulist, Mba Nofie, Thanks udah tetap bersama aku, apa pun keadaan ku. Thanks utk ikut tertawa bersama ku saat aku tertawa, thanks udah menghapus air mata ku saat ku menangis. Saat di mana yang lain pergi menjauh, kalian tetap ada. Terima Kasih Allah, dah kasih aku ’sahabat sejati’.

Leave a Reply