Sebelum memulai, Thanks untuk H. Deddy Mizwar yang sudah menyadarkan saya dari kebodohan teramat sangat diri saya dan telah menarik saya dari jurang kehancuran melalui film "KIAMAT SUDAH DEKAT".

Kalau saja benar ada manusia bodoh seperti yang ada di dalam syair group musik ADA BAND, maka orang itu adalah aku.

Aku telah siakan masa ku yang tak sedikit untuk kehancuran diri ku sendiri.

Siapa pun yang membaca ini, jadikan pelajaran ini dan jangan sampai anda ulangi. Karena penyesalan ku tak berujung untuk ini.

Aku, telah siakan masa ku.
Karena aku tak bisa berhati "IKHLAS" dan tak jua pernah ada kata "SYUKUR" dalam hidup ku untuk setiap takdir Allah atas diri ku.
Yang ku dapat seolah tak ada kenikmatan dari padanya, yang tak dalam genggaman ku kejar seolah untuk itu aku hidup.

Masa ku yang sia-sia bukan detik bukan pula hitungan bulan.
4 tahun, tidak sedikit atau sebentar, tetapi sangat lama dan sangat panjang.

Aku sungguh telah menjadi orang yang merugi, karena tak pernah ada kata syukur dan ikhlas dalam hati ku, perlahan tapi pasti ternyata ku kian menjauhkan diri dari Allah.
Alhamdulillah kini ku tersadar, Allah tidaklah menjauh dari ku, tetapi akulah yang menjauh dari-Nya. (Semoga Allah mengampuni kebodohan ku,amin.)

Ku merasa hidup ku bukanlah hidup ku.
Hidup yang ku jalani ini bukan pilihan ku.
Hingga aral kecil pun ku rasa sangat berat.
Tetapi sebaliknya, ni’mat yang sangat besar selalu ku rasa kurang.

Perlahan ku juga mulai membenci mereka yang mengatur hidup ku.
Yang telah jadikan hidup ku bukan hidup ku.
Yang ku lukis bukan lukisan dalam ingin ku.
Yang ku lukis adalah ingin seluruh keluarga ku.

Sungguh ku bodoh, sangat bodoh.
Ku jalani tetapi penuh amarah dan dendam di hati.
Kelak ku kan membalas semua dengan kehancuran mereka satu per satu.
Nyata sudah di depan mata, bukan mereka yang ku hancurkan,…
Tapi aku, hidup ku,….
Ibu, Bapak, dan semua Kakak ku, yang kini ku sadari merekalah harta yang paling berharga dalam hidup ku.

Air mata ku jatuh mengiringi penyesalan ku.
Aku telah berdosa, bukan hanya pada diri ku, tetapi kepada mereka semua yang sudah setiap detik dalam hidupnya, yang dalam setiap do’a pada Allah menyebut nama ku dan berharap yang terbaik untuk ku.

Ku ingin mengakui semua ini pada mereka yang telah sangat ku kecewakan.

Ibu - Bapak - Mas Taufiq - Mba Lis - Mas Pungki, Nyuwun pangapunten sedoyo kalepatan. Allah Gusti, paringono sehat kagem Ibu - Bapak kalian sedoyo Mas lan Mba. Allah, beri hamba umur cukup tuk bahagiakan mereka. Allah, balaskan cinta mereka dengan cinta-Mu untuk setiap rasa cinta mereka untuk hamba. Allah, Limpahkan kebaikan, kebahagiaan dan kemuliaan untuk mereka,amin.

Leave a Reply